915 Rumah di NTB Rampung Dibedah Untuk Dukung MotoGP 2021 Mandalika

915 Rumah di NTB Rampung Dibedah Untuk Dukung MotoGP 2021 Mandalika – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) terus melakukan penataan di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas atau Bali Baru, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado-Likupang. Salah satunya bersama dengan pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya Mendukung KSPN atau dikenal terhitung bersama dengan program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).

915 Rumah di NTB Rampung Dibedah Untuk Dukung MotoGP 2021 Mandalika

915-rumah-di-ntb-rampung-dibedah-untuk-dukung-motogp-2021-mandalika

starlitsky0.net – Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai bersama dengan pandemi Covid-19, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang bisa rebound bersama dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada aktivitas pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,

Program Sarhunta dijalankan oleh Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan. Program ini punya tujuan menambah kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Sekaligus menambah kualitas rumah menjadi lebih layak huni, sekaligus mendorong perekonomian gara-gara rumah yang telah diperbaiki bisa dimanfaatkan sebagai homestay bagi wisatawan yang berkunjung.

Desain Sarhunta ini harus mencerminkan adat tempat setempat. Desain bisa dimodifikasi menjadi lebih modern, namun tidak meninggalkan kearifan lokal sebagai usaha menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menginap di hunian tersebut.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sarhunta punya tujuan untuk menolong ajang MotoGP 2021 Mandalika, dan juga bisa digunakan sebagai homestay untuk menolong pariwisata di Lombok. Untuk itu Kementerian PUPR telah selesaikan 915 unit Sarhunta yang tersebar di Lombok Tengah dan Lombok Utara bersama dengan anggaran Rp 62,22 miliar.

Sebanyak 817 unit Sarhunta dibangun di Lombok Tengah bersama dengan rincian 517 unit di selama koridor masuk kawasan Mandalika dan 300 unit rumah lainnya dibedah untuk rumah singgah dan homestay dan juga bisnis lainnya kegunaan menolong pariwisata.

Adapun 300 rumah yang dapat dijadikan homestay itu tersebar di lebih dari satu lokasi. Antara lain Kuta, Grupuk, Sukadana, dan Selong Belanak. Sisanya sebanyak 98 tersebar di Kabupaten Lombok Utara, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Pembenahan rumah lewat program Sarhunta ini terhitung mendapat tanggapan berasal dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengapresiasi desain rumah warga yang sederhana, namun keluar mewah dan juga punyai nuansa tradisional dan bisa menjadi alternatif penginapan bagi wisatawan.

“Konsep penginapan ini terlalu baik gara-gara disempurnakan bersama dengan layanan yang lengkap namun bersama dengan harga sewa yang terjangkau. Hal ini merupakan bentuk nyata pembangunan infrastruktur yang berkeadilan gara-gara masyarakat bersama dengan pemerintah membangun rumah swadaya yang baik dan bisa menjadi tempat bisnis bagi warga lokal,” ungkapnya.

Sandiaga Ingin MotoGP Mandalika Picu Kebangkitan Ekonomi di NTB

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno kunjungan kerja ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meninjau kesiapan perhelatan MotoGP Mandalika yang rencananya dapat digelar tahun ini.

Sandiaga mengatakan, sejumlah persiapan layaknya pembangunan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid telah hampir selesai. Ia berharap, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di sekitar wilayah MotoGP Mandalika, Lombok Tengah, bisa bangkit bersama dengan terdapatnya perhelatan ini.

Pergelaran MotoGP yang tengah kita perjuangkan untuk diselenggarakan di Kabupaten Lombok Tengah diharap bisa sebabkan kebangkitan ekonomi tempat sekitar,” kata Sandiaga, Jumat (15/1/2021).

Dalam kesempatan itu, Sandiaga menekankan kepada seluruh pemangku keperluan di NTB, menjadi berasal dari Gubernur hingga Bupati, tak cuma menyiapkan pembangunan infrastruktur untuk menyongsong perhelatan MotoGP. Tetapi terhitung menyiapkan sumber energi manusia.

“Saya mendambakan MotoGP ini bukan cuma sekadar infrastrukturnya saja yang terbangun. Tetapi terhitung sumber energi manusianya supaya mereka bisa bersama dengan cepat manfaatkan kesempatan untuk membuka lapangan kerja,” kata Sandiaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *